Angin Ribut Diredakan

Markus 4:35-41 sebagai perbandingan Matius 8:23-27


Teramat sering hidup kita dicengkeram  oleh kekuatiran, kecemasan bahkan ketakutan… Kita takut dengan  benjolan yang mendadak tumbuh, kita takut akan masa pensiun yang semakin dekat, kita takut akan masa depan anak anak kita…ketakutan  ekonomi, bisnis yang semakin merosot, kesehatan yang digeragoti oleh penyakit ganas….ada seribu satu macam ketakutan menghantui kita.

Kalau kita renungkan dalam hidup kita semakin bertambahnya usia  semakin banyak ketakutan yang timbul   coba kita simak masa bayi, balita, remaja, pemuda, dewasa muda, dewasa, lansia…  Bukankah ketakutan kita semakin bertambah seiring dengan bertambahnya umur kita?

 

Ketakutan tidak bisa berbagi dengan kebahagiaan. Pernahkah kia mengalami keduanya bersama sama? Murid-murid  Tuhan Yesus pun seringkali mengalami ketakutan walaupun saat itu Tuhan Yesus hadir secara fisik bersama mereka. Kita membaca di Mat 8;24 Sekonyong konyong mengamuklah angin ribut didanau itu, sehingga perahu ditimbus gelombang tetapi Yesus tidur… Ketakutan bisa timbul saat badai kehidupan menyergap sekonyong konyong menerjang kita.. Kalau kita simak yang mengajak keseberang danau dengan perahu adalah Tuhan Yesus sendiri, bukankah seharusnya murid-murid berhak atas keadaan yang menyenangkan seperti pelayaran yang nyaman  bukan pelayaran yang menakutkan ditimbus gelombang dahsyat?

Kita sering bertanya mengapa kesusahan, kesakitan, kesengsaraan menimpa kita sejak kita mengikut Kristus? Dan kita jengkel, marah karena Yesus ternyata tidur… Ya benar Yesus tidur. Dimana Yesus saat kita membutuhkan pertolongan?  Markus 4:38 mencatat murid murid yang marah “ Guru Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Mereka tidak bertanya tentang kuasa Yesus seperti  Dapatkah Engkau meredakan badai ini? Atau Apa Engkau sadar ada angin badai? Sebaliknya mereka menunjukkan keragu raguan bercampur kemarahan dengan berkata Engkau tidak peduli kalau kita binasa.. Ketakutanlah yang menyebabkan hal ini, ketakutan seperti air bah yang mengikis kepercayaan kita kepada kebaikan Tuhan Kita seperti anjing  kecil yang tersudut dikolong meja dan menggeram sembari memperlihatkan taringnya…. Ketakutan melemahkan ingatan kita bahkan melupakan kebaikan Tuhan.

Kita lupa bahwa satu perahu dengan Yesus berarti juga bersiap untuk menjadi  basah kuyup bersama Yesus, bukan hanya menikmati pelayaran tamasya yang nyaman. Coba kita simak Yoh 16:33. Semuanya itu kukatakan kepadamu supaya kamu beroleh damai sejahtera bersama Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan tetapi kuatkanlah hatimu. Aku telah mengalahkan dunia… Satu perahu dengan Yesus juga berarti bersiap membayar resikonya.  Kita mendambakan hidup yang bebas resiko. Orang yang mendewakan persaan aman mengebiri hal hal besar… Dapatkah orang yang mencari aman melakukan sesuatu yang besar? Untuk Tuhan? Untuk orang lain? Tidak. Orang yang penuh ketakutan tidak dapat sungguh2 mengasihi. Kasih penuh resiko. Kebajikan tidak mempunyai jaminan pengembalian

Selama kita hidup didunia , ketakutan selalu mengintai dan mencoba mengetuk pintu hati kita, namun janganlah pernah mempersilahkannya masuk. Bangkitkan  semangat dan teguhkan hati dengan pernyataan Yesus tentang mengatasi ketakutan.  Yesus tidak menghendaki kita hidup diperbudak ketakutan. Sungguh menarik Dia meninggalkan banyak ayat untuk mempersenjatai kita melawan ketakutan. Kitab injil mencatat ada 125 perintah yang disampaikan Yesus dan menariknya ada 21 ayat yang intinya meminta kita untuk jangan takut.

Beberapa diantaranya:

“Sebab itu janganlah kamu takut karena kamu lebih berharga dari banyak burung pipit (Mat 10:31)

“Jangan takut percaya saja dan anakmu akan selamat(Luk 8:50)

“Janganlah takut hai kamu kawanan kecil!Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu kerajaan itu. (Luk 12:32)

“Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan  atau minum, dan janganlah kamu kuatir pula akan tubuhmu akan apa yang hendak kamu pakai (Mat6:25)


Saudara saudara  ada  sebuah syair lagu populer rohani sebagai berikut :


Lingkupiku dengan sayapMu, Naungiku, dengan kuasa Mu

Diatas badai bergelora, ku akan terbang bersama Mu..

Bapa Kau Raja atas smesta, ku tenang sbab Kau Allahku….


Saudara saudara,  Tuhan tidak berjanji bawa tiada badai dalam kehidupan kita…

Dia juga tidak berjanji akan mengangkat masalah masalah kita…

Tetapi Dia sungguh berjanji  akan member  kita semangat  dan kekuatan untuk kita berani menghadapi gelombang dan badai dalam kehidupan kita …

Dan kita layak mempercayakan masa depan kita kepada Nya karena Dia adalah Tuhan kita yang telah menghardik badai dan berkuasa penuh atas alam semesta  dan alam maut serta  tidak berubah sejak zaman dahulu, sekarang dan masa datang dan tidak pernah mengingkari  janji Nya serta telah berfirman: “ Tenanglah Aku ini jangan Takut.” (Mat 14:27)

(SHA)

 
 

Translate

Please wait while JT SlideShow is loading images...
Photo Title 1Photo Title 2Photo Title 3Photo Title 4Photo Title 5

Jajak Pendapat

Bagaimana menurut anda website ini ?
 

Kalender

«  April 2014  »
SunMonTueWedThuFriSat
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930 
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini4744
mod_vvisit_counterKemarin5292
mod_vvisit_counterMinggu Ini40589
mod_vvisit_counterMinggu Lalu19574
mod_vvisit_counterBulan Ini65266
mod_vvisit_counterBulan Lalu95824
mod_vvisit_counterSeluruh Hari8842028

We have: 4 guests, 25 bots online
Your IP: 50.16.65.168
 , 
Today: Apr 19, 2014
Top 10:
Unknown flag 32%Unknown (208)
China flag 22%China (144)
United Kingdom flag 12%United Kingdom (75)
Indonesia flag 9%Indonesia (61)
Ukraine flag 9%Ukraine (57)
Russian Federation flag 4%Russian Federation (28)
Germany flag 3%Germany (21)
Poland flag 2%Poland (14)
Netherlands flag 2%Netherlands (12)
Iceland flag 1%Iceland (7)
651 visits from 24 countries

GKI Gading Indah Twitter